Tantangan Implementasi Deep Learning Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Abstract
Makalah ini bertujuan untuk mengkaji mengenai tantangan implementasi deep learning dalam layanan bimbingan dan konseling yang holistik. Holistik dalam layanan bimbingan konseling juga berarti memandang individu secara utuh sebagai satu kesatuan yang mencakup aspek kepribadian, aspek sosial, aspek belajar, dan aspek karier. Layanan bimbingan dan konseling khususnya di dunia Pendidikan menghadapi tantangan besar seiring dengan perkembangan zaman yang semakin masif. Akibat perkembangan zaman membuat konselor menghadapi beban yang semakin besar pula. Tugas konselor yang besar seringkali tidak sebanding dengan banyaknya siswa yang membutuhkan layanan bimbingan dan konseling. Karena itu dalam rangka mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling maka perlu pemikiran inovatif untuk menemukan model baru dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan adalah studi literatur berupa hasil kajian dalam penelitian yang mengkaji khusus tentang implementasi deep learning dalam layanan bimbingan dan konseling. Deep learning dalam layanan BK dapat berupa: sistem rekomendasi karier kepada siswa yang lebih akurat, chatbot konseling, deteksi dini masalah Kesehatan mental siswa, model prediktif untuk mengidentifikasi siswa yang bersiko mengalami kegagalan akademik. Sementara tantangan deep learning dalam layanan BK seperti: privasi data,kebutuhan akan kompetensi digital konselor. Deep learning bukan sebagai pengganti layanan BK di sekolah tetapi hanya berupa alat bantu yang dapat digunakan oleh konselor sekolah. Hal ini memungkinkan adanya intervensi personal yang berbasis data. Karena itu perlu ada perpaduan yang baik antara pengembangan teknologi, penyiapan kebijakan etis, dan peningkatan kapasistas sumber daya manusia untuk mengiptimalkan pemanfaatan deep learning dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
American School Counselor Association. (2019). The ASCA National Model: A Framework for School Counseling Programs (4th ed.). Alexandria, VA: Author.
Baker, R.S. & Inventado, P.S. (2014). Educational Data Mining and Learning Analytics. In Learning Analitycs (pp. 61-75). Springer, New York, NY.
Devlin, J., Chang, M., W., Lee, K. & Toutanova, K. (2008). BERT: Pre-training of Deep Bidirectional Transformers for Languange Understanding. arXiv preprint arXiv: 1810.04805
Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press.
https://sman1tamansidoarjo.sch.id/2025/02/17/implementasi-pembelajaran-deep-learning-dalam-pelaksanaan-layanan-bimbingan-konseling-di-sekolah
Lubis, N. H. (2018). Psikologi Konseling di Era Digital: Tantangan dan Peluang. Jurnal Psikologi Nusantara, 1(2), 89-97.
Prayitno & Erman Amti. (2004) Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta
Sprenger, D. A., & Schwaninger, A. (2021). The potential of chatbots in counseling: A scoping review. Journal of Counseling & Development, 99(3), 273-285.
Williamson, B. (2017). Big Data in Education: The Digital Future of Learning, Policy and Practice. Sage Publications.
Winkel, W.S. (2005). Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Marsianus Meka

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.