Pengaruh Kahoot dan Wordwall terhadap Berpikir Kritis Siswa dengan Mediasi Motivasi Belajar

Amalisa Dwi Oktaviani, Pieter Sahertian, Ninik Indawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Kahoot dan Wordwall terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Latar belakangnya adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar akibat didominasi metode pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Barurambat Kota 1 Pamekasan, dengan sampel berjumlah 60 siswa yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes berpikir kritis dan angket motivasi belajar yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji regresi jalur dan uji sobel. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan Kahoot dan Wordwall berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Motivasi belajar juga terbukti menjadi variabel mediasi yang signifikan, dimana siswa di kelas eksperimen menunjukkan motivasi dan kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Simpulannya, kedua media digital tersebut efektif sebagai inovasi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir kritis siswa, sehingga direkomendasikan bagi guru dan sekolah untuk mengintegrasikannya dalam strategi pembelajaran

Full Text:

PDF

References


Aidzullah, M. (2024). Gamifikasi dalam pembelajaran: Efektivitas Kahoot dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 15(1), 45–56.

Alifia, R., Prasetyo, A., & Lestari, S. (2024). Wordwall sebagai media interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(2), 113–124.

Anggraeni, N., Putri, A., & Hidayat, R. (2022). Pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 22–31.

Cahyaningsih, R., Putra, I., & Dewi, S. (2024). Wordwall: Inovasi media pembelajaran penilaian kognitif untuk meningkatkan berpikir kritis siswa MI. Jurnal Pendidikan Islam, 16(1), 77–89.

Citra, Y., & Farhurohman, A. (2023). Keterampilan guru dalam merancang media digital pembelajaran interaktif. Jurnal Teknologi Pembelajaran, 11(3), 201–214.

Fadilah, M. (2024). Berpikir kritis sebagai kompetensi abad 21 dalam pendidikan dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(2), 98–109.

Hidayati, N. (2022). Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif berbasis digital di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 55–64.

Iman, R. (2020). Penggunaan Kahoot dalam meningkatkan partisipasi siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 6(2), 77–85.

Kurnia, A., Susilo, D., & Pramono, E. (2023). Pemanfaatan Kahoot dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 14(3), 210–219.

Kusumaningtyas, E., & Yuniawatika. (2024). Pengaruh Wordwall game-based learning terhadap higher order thinking skills siswa SD. Jurnal Inovasi Pembelajaran Dasar, 8(1), 35–48.

Latovania, D. (2024). Wordwall sebagai media interaktif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar, 12(1), 41–52.

Nisa, M., & Susanto, H. (2022). Pengaruh game-based learning terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(2), 102–112.

Rahmadani, A., Saputra, I., & Sari, P. (2023). Pentingnya berpikir kritis dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Pendidikan Indonesia, 14(1), 1–10.

Santika, D. (2024). Pengaruh media pembelajaran berbasis Kahoot terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Jurnal Pendidikan Inovatif, 19(2), 122–133.

Wulandari, E., & Setiawan, D. (2021). Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring berbasis media digital. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(2), 67–78.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.