Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Tataran Diksi Pada Podcast (“Lagu Jiwa Yang Bersedih” Curhatan Ghea Di Titik Terendahnya) Pada Kanal Youtube Gritte Buka Praktik
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan bahasa nonformal dalam berkomunikasi di media digital, khususnya pada media komunikasi podcast. Dengan penggunaan bahasa nonformal, hal tersebut mampu berpotensi menimbulkan adanya suatu kesalahan berbahasa. tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa khususnya dalam tataran diksi atau pilihan kata yang terdapat pada podcast “Lagu Jiwa yang Bersedih Curhatan Ghea di Titik Terendahnya” pada kanal youtube Gritte Agatha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini berupa tuturan lisan dalam podcast tersebut, sedangkan sumber sekunder berupa jurnal-jurnal ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak-catat dengan langkah, menyimak tayangan podcast, mentranskripkan tuturan yang terjadi dalam podcast, serta mengklasifikasikan data berdasarkan kategori kesalahan. Validitas data dilakukan melalui triangulasi teori, sedangkan teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik lingistik deskriptif dengan tahapan, pengumpulan data, identifikasi kesalahan, klasifikasi kesalahan, penjelasan mengenai kesalahan dan terakhir perbaikan atau evaluasi kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 60 data temuan kesalahan berbahasa tataran diksi. Kesalahan tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu penggunaan kata tidak baku sebanyak 19 data dan penggunaan bahasa asing (campur kode) sebanyak 41 data. Bentuk kesalahan berbahasa dalam penggunaan kata tidak baku meliputi kata-kata seperti, kedengeran, dapet, temen, kalo, udah dan sebagainya. Sedangkan, bentuk kesalahan berbahasa dlam penggunaan bahasa asing (campur kode) meliputi kata, thankyou, weekend, excited, happy, lately, mood booster, public figure dan lain sebagainya. Munculnya kesalahan-kesalahan tersebut umumnya dipengaruhi oleh kebiasaan penutur yang seringkali menggunakan ragam bahasa santai dalam komunikasi sehari-hari, adanya pengaruh media digital serta kecenderungan menggunakan istilah asing yang dianggap lebih ekspresif dan modern dalam berkomunikasi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Deasy Supartini, Siti Solihah, & Heri Isnaini. (2023). Problematika Kesalahan Bahasa Indonesia Dalam Tatarann Sintaksis. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 1(2), 40–54. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v1i2.152
Hidayatullah, A. (2018). Analisis Kesalahan Diksi Pada Karangan Siswa Kelas Ix Smp Islam Daar El-Arqam Tangerang. 01.
Maghfiroh, N. (2022). Bahasa Indonesia Sebagai Alat Komunikasi Masyarakat Dalam Kehidupan Sehari-HARI.
Saraggih, E. L., Sihombing, B., Butar, B. B., & Wa, Y. (2025). Analisis Kesalahan Diksi Dan Struktur Kalimat Pada Podcast Suara Berkelas: Cara Kenali Dirimu Sendiri Dalam 7 Hari. 6(3).
Siki, F. (2024). Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Kegiatan Story Telling Mahasiswa Universitas Terbuka Kefamenanu. Akademik: Jurnal Mahasiswa Humanis, 4(2), 385–393. https://doi.org/10.37481/jmh.v4i2.805
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Alfabeta.
Susanto, A. I., & Dharma, F. A. (2022). Podcast Audio Visual Sebagai Media Komunikasi Pendidikan. Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi, 4(2), 53–60. https://doi.org/10.30812/sasak.v4i2.2030
Tarigan Henry Guntur & Tarigan Djago. (2011). Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Angkasa Bandung.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
