Pendekatan Linguistik Kultural dalam Mengkaji Kesantunan Berbahasa sebagai Konsep Belajar di Masyarakat Lamaholot, Riangbao, Lembata, Nusa Tenggara Timur

Yosia Nindi Kurniawam, V.Teguh Suharto, Dhika Puspitasari

Abstract


Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa masyarakat Lamaholot di Desa Riangbao, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan pendekatan linguistik kultural yang memandang bahasa sebagai cerminan nilai-nilai budaya. Analisis difokuskan pada enam maksim kesantunan menurut Geoffrey Leech (1983), yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatisan. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada karakter masyarakat Lamaholot yang masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi lisan, sehingga relevan untuk diteliti dari perspektif hubungan bahasa dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi bahasa, melalui observasi partisipatif, pencatatan lapangan, rekaman tuturan, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44 data tuturan yang merepresentasikan keenam maksim kesantunan, dengan maksim permufakatan paling dominan (24 data) dan maksim kesederhanaan paling sedikit muncul (1 data). Selain itu, ditemukan lima data pelanggaran prinsip kesantunan, terutama pada maksim kesederhanaan, yang umumnya terjadi dalam komunikasi informal ketika penutur menonjolkan kepemilikan atau keunggulan tertentu, meskipun tetap mempertahankan kesopanan secara verbal. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan berbahasa masyarakat Lamaholot dipengaruhi oleh konteks budaya, relasi sosial, dan sistem kepercayaan lokal seperti animisme, yang membentuk karakter komunikasi mereka menjadi selaras dengan norma adat. Pendekatan linguistik kultural mengungkap bahwa setiap bentuk tuturan memiliki makna dan fungsi yang erat kaitannya dengan struktur sosial dan nilai kolektif, sehingga penelitian ini berkontribusi pada kajian pragmatik dan etnografi bahasa, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pelestarian bahasa dan budaya lokal serta pembangunan strategi komunikasi yang efektif, harmonis, dan sesuai kearifan lokal.


Keywords


Kesantunan Berbahasa, Masyarakat Lamaholot, Pendekatan Linguistik Kultural.

Full Text:

PDF

References


Alotaibi, F. S. (2018). Ethnographic Research: A Key to Strategy Implementation.

International Journal of Education, 10(1), 152–160.

Astri, N. D., Sipayung, S. R., & Daulay, I. K. (2024). Analisis kesantunan berbahasa Mahasiswa dengan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Prima Indonesia Medan: Kajian Pragmatik. Jurnal Basataka (JBT), 7(2), 954–966.

Atika, A.N., Faizah, H., & Charlina. (2024). Kesantunan Berbahasa Masyarakat di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Lentera: Multidicipliner Studies.

Chaer, A., Agustina L. (2014). Sosiolinguistik: perkenalan awal. Ed.rev. Jakarta: Rineka Cipta.

Dey, M. (2021). The primary characteristics of English pragmatics in Applied Linguistics. Journal of English Teaching, Applied Linguistics and Literatures (JETALL), 6(2).

Effendi, L. R. (2021). Prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech pada novel "Orang- Orang Biasa" [Paper]. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran.

Furidha, B.W. (2023). Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Pendekatan Deskriptif. Jurnal Multidisiplin Riset (JMR), 2(5), 1257–1264.

Hanafi, M. (2019). Kesantunan berbahasa dalam perspektif pragmatik. Cakrawala Indonesia, 1(1), hlm. 1–8. https://jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/10

Leech, G. N. (1983). Principles of pragmatics. London: Longman.

Mahendra, A., Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Afgani, M. W., & Sirodj. R. A. (2024). Ethnographic Methods in Qualitative Research. Arnal Rmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 159-170.

Marselina, S. (2023). Kesantunan berbahasa dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci. Sintaks: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 66–72. https://doi.org/10.57251/sin.v3i1.853

Mayasari, Y., Suharto, V. T., & Ricahyono, S. (2022). Penerapan Strategi Kesopanan Berbahasa di WhatsApp Group Kelas 5 SDN Sumberbening 1 Kabupaten Ngawi Pada Masa Pandemi Covid-19. Wewarah: Jurnal Pendidikan Multidisipliner, 1(1), 80-96.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nartin et al. (2024) Metode penelitian kualitatif. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/380937054_METODE_PENELITIAN_KU ALITATIF

Purnama, A., Rizki, N., & Hidayat, F. (2023). Prinsip kesantunan dalam interaksi akademik: Kajian pragmatik. Jurnal Linguistik Humaniora, 7(1), 1–15.

Puspitasari, D. (2018). Pengaruh Budaya terhadap Sistem Sapaan Antar Etnis di Perkampungan Arab Ampel Surabaya. Widyabastra: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 78-90

Ramadona, F., Lubis, F. A. R., Siregar, M. N. S., & Batubara, A. A. F. (2025). Sumber data, subjek penelitian, dan isu terkait. Jurnal Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Teknologi Pendidikan, 3(2), 271–276. https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/edukatif/article/view/1567

Ramli, M. R., & Hidayatullah, S. (2023). Kesantunan berbahasa dalam antologi Indonesia Bercerita: Kisah-kisah rakyat yang terlupakan. Asas: Jurnal Sastra, 12(2), 241–257. https://doi.org/10.24114/ajs.v12i2.49205

Ravitch, S. M., & Riggan, M. (2017). Reason & Rigor: How Conceptual Frameworks Guide Research (2nd ed.). SAGE Publications.

Setianik, S., Hidayat, R., & Wahyuni, F. (2024). Prinsip kesantunan berbahasa mahasiswa dalam konteks akademik. Journal of Education Research, 8(1). https://jer.or.id/index.php/jer/article/view/1291

Sitepu, K. M., Widayati, D., & Lubis, R. (2023). Kesantunan berbahasa di kalangan remaja di Kota Pematangsiantar: Kajian pragmatik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 27020– 27026. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10983

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suri, N.K., dkk. (2025). Teori Pragmatika Bahasa dan Kesantunan Berbahasa

Jurnal on Education (JONEDU), Vol. 7 No. 2.

Susanto, R. N. V. (2024). Kesantunan berbahasa perspektif Leech dalam dialog lintas agama: Studi kasus Habib Husein Ja’far dan Pendeta Marcel. Jurnal Peneroka: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 182–191.

Yule, G. (2006). Pragmatics. Oxford, UK: Oxford University Press. (Edisi revisi). https://id.welib.org/md5/1cbab90e792b235d81119117ebb7c9b4

Yusrina, N., et.al. (2025).The role of context in pragmatic interpretation. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 3(1), 1–10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

POSIDING SAMBHASANA (SEMINAR NASIONAL BAHASA, SASTRA DAN PENGAJARANNYA) diterbitkan oleh UNIVERSITAS PGRI MADIUN dan dikelola oleh PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SAMBHASANA memiliki ISSN: 3026-7528
Alamat: Jl. Setia Budi No.85, Kanigoro, Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63118