KONSELING KOLABORATIF SEBAGAI GAGASAN UPAYA PENCEGAHAN TIGA DOSA BESAR PENDIDIKAN PADA ANAK USIA DINI

Tyas Martika Anggriana, Noviyanti Kartika Dewi, Sofia Nur Afifah, Erma Yuliana, Fildani Nur Rahmani

Abstract


Penghapusan dan pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan (3D) di sekolah merupakan upaya mendukung kemajuan SDGs dalam mewujudkan kesejahteraan anak. Upaya ini dilakukan melalui layanan deteksi dini dan pencegahan kekerasan terhadap anak dengan melibatkan guru, orang tua serta anak-anak. Tindak kekerasan berupa bullying ternyata tidak hanya dijumpai pada remaja, namun juga terindikasi terjadi pada anak usia dini di sekolah, sehingga dibutuhkan peran guru bersama orang tua karena kedekatan AUD terhadap orang tua relatif masih tinggi. Pendekatan secara sistematis dan terstruktur yang melibatkan guru, orang tua dan peserta didik diperlukan dalam upaya pencegahan 3D di sekolah. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur mengenai jenis layanan konseling yang bisa digunakan sebagai alternatif untuk mencegah terjadinya 3D pada anak usia dini. Salah satu pendekatan yang bisa menjadi alternatif upaya sistematis dan terstruktur tersebut adalah melalui konseling kolaboratif. Konseling kolaboratif dibangun atas hubungan triadic antara konselor/ guru pembimbing, orang tua dan peserta didik. Model konseling ini relevan diterapkan pada anak usia diniTK mengingat kedekatan anak usia dini terhadap orang tua relatif masih tinggi. Kolaborasi adalah gaya interaksi dalam proses konsultasi atau dapat juga dikatakan bahwa kolaborasi adalah salah satu bentuk konsultasi. Erford (2019) mengungkapkan terdapat tiga model konseling kolaborasi yang bisa dipilih, yaitu The Triadic-Dependent Model, The Collaborative-Dependent Model, The Collaborative-Interdependent Model. Masing-masing model tersebut memiliki proses yang berbeda dalam implementasinya dan akan dibahas dalam tulisan ini.

Full Text:

PDF

References


Alizamar, A., Afdal, A., & Ifdil, I. (2018). Guidance and Counseling Services for Kindergarten Students. 169(Icece 2017), 168–172. https://doi.org/10.2991/icece-17.2018.43

Arumsari, A. D., & Setyawan, D. (2018). Peran Guru pada Pencegahan Perilaku Bullying di PAUD. MOTORIC: Media of Teaching Oriented and Children, 2(1), 34–43.

Bayu, G. W., Br Bangun, S. I., Aryawinata, K. S., Suputra, I. P. E., Kumara, P. Y. M. E., & Wardani, G. A. D. . (2024). Edukasi Peduli Bullying (Aas Masruroh (ed.)). Widina Media Utama.

Budiyati, U. (2023). Pentingnya Bimbingan Konseling Pada Anak. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 2875–2884. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1300

Erford, B. . (2019). Transforming The School Counseling Profession (5th Editio). Pearson Education, Inc.

GuruPAUDDikmas. (2024). Pencegahan Kekerasan Seksual di Satuan PAUD. Direktorat Guru PAUD Dan Dikmas Ditjen GTK. https://gurupauddikmas.kemdikbud.go.id/artikel/Artikel/pencegahan-kekerasan-seksual-di-satuan-paud

Kemendikbud. (2021). Stop Perundungan / Bullying Yuk ! Stop Perundungan / Bullying Yuk !, 3–24. https://id.z-library.se/book/21404584/64bccb/stop-perundunganbullying-yuk.html

Kemendikbud RI. (2015). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Tindak Kekerasan Di Lingkungan Satuan Pendidikan. Republik Indonesia, 53, 16.

https://simpuh.kemenag.go.id/regulasi/permendikbud_82_15.pdf

Kemendikbudristek. (2022a). Implementasi Bimbingan dan Konseling untuk Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemendikbudristek BSKAP RI, 76.

Kemendikbudristek. (2022b). Tiga Dosa Besar Pendidikan # MerdekaBeragamSetara. 1–8.

Keys, S. G., Bemak, F., Carpenter, S. L., & King-Sears, M. E. (1998). Collaborative consultant: A new role for counselors serving at-risk youths. Journal of Counseling and Development, 76(2), 123–133. https://doi.org/10.1002/j.1556-6676.1998.tb02385.x

KPAI. (2023). Rakornas dan Ekspose KPAI 2023: Membangun Indonesia Bebas Kekerasan Terhadap Anak. https://www.kpai.go.id/publikasi/rakornas-dan-ekspose-kpai-2023-membangun-indonesia-bebas-kekerasan-terhadap-anak

Krippendorff, K. (2004). Content Analysis. AN Introduction to its Methodology (2nd ed.). SAGE Publications Ltd.

Mendikbudristek RI. (2021). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Nur Fatimah, B. A., Handaka, I. B., & Utomo, N. B. (2022). Konseptual bimbingan dan konseling anak usia dini. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(1), 117–126. https://doi.org/10.26539/teraputik.611078

Nurhasanah, N., Paramita, D., Widyaeati, E., Yulindrasari, H., Adiart, W., Dewi, F. A. R., & Fikriani, D. (2022). Lingkungan belajar aman. 1–67.

Pitaloka, D. L., Dimyati, D., & Purwanta, E. (2021). Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1696–1705. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.972

Rozie, F. (2019). Pemerhati Anak Anggap Pembelajaran Toleransi Sejak Dini Alami Kemunduran. Liputan 6. https://www.liputan6.com/news/read/4107567/pemerhati-anak-anggap-pembelajaran-toleransi-sejak-dini-alami-kemunduran

Schmidt, J. . (2008). Counseling in School. Comprehensive Programs of Responsive Services for All Students. Pearson.

UNICEF. (2020a). Perundungan di Indonesia: Fakta-fakta Kunci, Solusi, dan Rekomendasi. https://www.unicef.org/indonesia/media/5691/file/Fact Sheet Perkawinan Anak di Indonesia.pdf

UNICEF. (2020b). Sebuah Gambaran: SDG dan Anak-Anak di Indonesia. 1–11. https://www.unicef.org/indonesia/sites/unicef.org.indonesia/files/2020-07/Situasi-Anak-di-Indonesia-2020.pdf

Wicaksana, Y. S. W. (2023). Terungkap, Bocah TK Ternyata Sudah Bisa Bully Teman Kelas. Jawa Pos Radar Malang. https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/813203682/terungkap-bocah-tk-ternyata-sudah-bisa-bully-teman-kelas

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.