Meningkatkan Kemampuan Mengenal Pecahan Melalui Kegiatan Membagi Makanan di Kelas III SDN Kedungmiri
Abstract
Pecahan merupakan salah satu konsep dasar dalam matematika yang sangat penting untuk dipahami sejak dini, karena berkaitan erat dengan pembagian dan proporsi dalam kehidupan sehari- hari. Dalam bab ini, siswa kelas 3 diperkenalkan pada pecahan sederhana seperti 1/2, 1/3, 1/4, dan 1/6 melalui pendekatan kontekstual dan konkret. Contoh yang digunakan, seperti membagi semangka menjadi bagian yang sama besar, bertujuan untuk mengilustrasikan bahwa pecahan menunjukkan sebagian dari suatu keseluruhan. Kegiatan pembelajaran juga melibatkan aktivitas praktis seperti menggambar dan memotong kertas, yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung agar siswa lebih mudah memahami konsep pecahan secara visual dan kinestetik. Berdasarkan observasi awal di kelas 3 SDN Kedungmiri, ditemukan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep pecahan masih rendah. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengenali bahwa pecahan adalah bagian dari keseluruhan, yang sebagian besar disebabkan oleh metode pembelajaran yang terlalu abstrak dan minim penggunaan media konkret. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada pengalaman nyata agar konsep pecahan dapat dipahami dengan lebih baik dan menyenangkan bagi siswa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Depdiknas. (2006). Buku Matematika untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Kartini, D. (2017). “Penerapan Media Konkret untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pecahan pada Siswa Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2), 134–141.
Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suherman, E., dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: UPI & JICA.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Yuliani, K., & Saragih, S. (2015). "The Development of Learning Devices Based on Realistic Mathematics Education to Improve Students’ Mathematical Problem Solving Ability and Self-Efficacy." International Journal of Education and Research, 3(3), 375– 388.
Zulkardi. (2004). Mengembangkan Pembelajaran Matematika Realistik di Indonesia. Palembang: UNSRI.
Suyatno. (2011). Metode Pembelajaran Inovatif. Surabaya: SIC.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Modul Ajar Matematika SD Kelas 3 - Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
Refbacks
- There are currently no refbacks.