Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Transformasi Tata Kelola Hukum Global: Tantangan Keamanan, HAM, Perdagangan, dan Migrasi

Putri Nurhandayani, Mochamad Afreyza Zarqoni, Cassandra Morista Nurhalifi, Dhestiar Helmy Mustafa, Ilham Rosadiansyah, Dinda Aulia Permatasari, Dimas Pramodya Dwipayana

Abstract


Krisis kemanusian akibat orang yang dipaksa pindah terus bertambah karena konflik senjata, tekanan politik, dan bencana lingkungan semakin meluas, sehingga jutaan orang terpaksa meninggalkan negara mereka sendiri untuk mencari perlindungan di negara lain. Fenomena ini menyebabkan tantangan besar bagi negara tujuan dan negara transit.Meski begitu, kerangka hukum tentang pengungsi internasional, khususnya Konvensi 1951 mengenai Status Pengungsi dan Protokol 1967, masih dianggap tidak cukup memadai untuk mengatasi kompleksitas gelombang migrasi masa kini.Termasuk dalam hal ini adalah fenomena pengungsi akibat perubahan iklim serta migrasi campuran, yang tidak sepenuhnya termasuk dalam definisi pengungsi tradisional. Penelitian ini bertujuan melihat seberapa relevan dan efektif hukum pengungsi internasional dalam menghadapi krisis kemanusiaan lintas batas yang sedang terjadi saat ini, serta menemukan celah-celah dalam aturan hukum yang perlu diperbaiki. Isu yang dibahas mencakup bagaimana prinsip-prinsip hukum tentang pengungsi internasional diterapkan dalam menghadapi gelombang migrasi paksa di masa kini, serta hambatan-hambatan yang dihadapi oleh negara-negara dalam memenuhi tanggung jawab melindungi pengungsi, termasuk dalam menerapkan prinsip tidak kembalikan (non-refoulement). Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum dengan metode normatif, melalui studi peraturan perundang-undangan dan konsep-konsep hukum, serta didukung dengan riset kepustakaan mengenai instrumen hukum internasional, putusan lembaga peradilan, dan laporan dari organisasi internasional seperti UNHCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum untuk pengungsi internasional masih relevan sebagai dasar hukum utama, meskipun diperlukan peningkatan kerja sama antar negara, sinkronisasi hukum dalam negeri, serta perluasan pengertian perlindungan agar mampu menampung bentuk-bentuk migrasi paksa baru yang belum diatur secara jelas dalam hukum internasional yang berlaku.

Keywords


Hukum Pengungsi Internasional, migrasi paksa, krisis kemanusiaan, non-refoulement, hak asasi manusia

Full Text:

PDF

References


Akande, D., & Tzanakopoulos, A. (2024). The ICJ provisional measures order in South Africa v. Israel: Legal implications under the Genocide Convention. European Journal of International Law.

Billah, B. G. M., Hakim, M. J. M., & Bahruddin, U. (2023). Normalisasi hubungan Uni Emirat Arab–Israel dan dampaknya terhadap Palestina. Jurnal ICMES, 7(1), 62–81.

Cassese, A. (2005). International law (2nd ed.). Oxford University Press.

Corten, O. (2021). The law against war: The prohibition on the use of force in contemporary international law (3rd ed.). Hart Publishing.

Crawford, J. (2019). Brownlie's principles of public international law (9th ed.). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/he/9780198737445.001.0001

International Committee of the Red Cross. (2024). International humanitarian law and contemporary armed conflicts. ICRC.

International Court of Justice. (2024). Application of the Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide in the Gaza Strip (South Africa v. Israel): Order of 26 January 2024. ICJ Reports.

Mauna, B. (2018). Hukum internasional: Pengertian, peranan dan fungsi dalam era dinamika global. PT Alumni.

Office for the Coordination of Humanitarian Affairs. (2024). Occupied Palestinian Territory: Humanitarian Response Plan. United Nations.

Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Charter), 26 Juni 1945.

Sationo, T. I. (2019). Humanitarian intervention menurut hukum internasional dan implikasinya dalam konflik bersenjata. Widya Pranata Hukum: Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum, 1(1), 65–88.

Schabas, W. A. (2021). The customary international law of human rights. Oxford University Press.

Shaw, M. N. (2021). International law (9th ed.). Cambridge University Press.

Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional (Rome Statute of the International Criminal Court), 17 Juli 1998.

Sunadi, Alting, M. R., & Khairunnisa, R. (2025). Konflik Israel–Palestina dan kerapuhan penegakan hukum humaniter: Peran hak veto dalam skema keadilan global. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Suryokumoro, H. (2020). Hukum humaniter internasional: Kajian norma dan kasus. Universitas Brawijaya Press.

United Nations. (1948). Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide.

United Nations. (1949). Geneva Convention Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War (Fourth Geneva Convention).

United Nations. (1951). Convention Relating to the Status of Refugees. United Nations. (1967). Protocol Relating to the Status of Refugees.

United Nations General Assembly. (2005). World Summit Outcome Document (A/RES/60/1, paras. 138–139). United Nations.

United Nations High Commissioner for Refugees. (2026). Global trends: Forced displacement in 2025. UNHCR. https://www.unhcr.org/sites/default/files/2026-06/global-trends-report-2025.pdf

United Nations Security Council. (2024). Reports of the Secretary-General on the Situation in the Middle East. United Nations.

UN News. (2026, June 11). Refugee numbers drop for first time in a decade, but millions remain trapped. United Nations. https://news.un.org/en/story/2026/06/1167693

Wendra, M., & Sutrisno, A. (2024). Tantangan penyelesaian konflik internasional yang dilematik mengenai hak veto dalam Dewan Keamanan PBB (Studi kasus Palestina dengan Israel). Journal of Contemporary Law Studies, 2(2), 171–180. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i2.2373

Yosaliza, M., & Hazmi, R. M. (2024). Peranan ICC dalam penegakan hukum kejahatan genosida dilihat dari perspektif keadilan. Science Humanity Journal, 4(2), 128–137.

International Court of Justice. (2024). Application of the Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide in the Gaza Strip (South Africa v. Israel): Request for the Indication of Provisional Measures. The Hague: International Court of Justice.

Office for the Coordination of Humanitarian Affairs. (2024). Humanitarian Response Plan: Occupied Palestinian Territory. New York: United Nations.

United Nations. (1945). Charter of the United Nations. San Francisco: United Nations.

United Nations. (1948). Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide. New York: United Nations.

United Nations. (1949). Geneva Conventions of 12 August 1949. Geneva: International Committee of the Red Cross.

United Nations. (1951). Convention Relating to the Status of Refugees.

Geneva: United Nations.

United Nations. (1967). Protocol Relating to the Status of Refugees. New York: United Nations.

United Nations High Commissioner for Refugees. (2025). Global Trends: Forced Displacement in 2024. Geneva: UNHCR.

UN News. (2025). Global forced displacement remains at record levels, UNHCR reports. United Nations.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Office:
Fakultas Hukum
Universitas PGRI Madiun

Jl. Auri No. 14–16, Kota Madiun 63118 Lt. 3
email : [email protected]