Analisis Kearifan Lokal dalam Legenda Tari Dongkrek: Perspektif Nilai Sosial Budaya
Abstract
Kearifan lokal merupakan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Cerita rakyat dan legenda daerah sering kali mengandung nilai moral, sosial, dan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Salah satu tradisi budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Magetan adalah legenda Tari Dongkrek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Tari Dongkrek serta menganalisisnya dari perspektif nilai sosial budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis isi folklor. Data diperoleh melalui dokumentasi, wawancara dengan pelaku budaya, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Tari Dongkrek mengandung berbagai bentuk kearifan lokal yang meliputi gotong royong, solidaritas sosial, kepemimpinan, keberanian, religiositas, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam alur cerita, simbol-simbol pertunjukan, tokoh-tokoh yang terlibat, serta tradisi masyarakat yang menyertai pementasan Tari Dongkrek. Selain itu, nilai sosial budaya yang terdapat dalam legenda tersebut masih relevan dengan kehidupan masyarakat modern dan dapat dimanfaatkan dalam pendidikan karakter serta literasi budaya siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa legenda Tari Dongkrek tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber nilai sosial budaya yang berkontribusi terhadap pembentukan identitas masyarakat dan pengembangan pendidikan.
Full Text:
PDFReferences
Danandjaja, J. (2018). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2021). Metodologi Penelitian Folklor: Konsep, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS.
Geertz, C. (2018). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Koentjaraningrat. (2019). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Prasetyo, A. (2022). Kearifan lokal dalam cerita rakyat sebagai media pendidikan karakter generasi muda. Jurnal Pendidikan Budaya dan Karakter, 7(2), 85–97.
Ratna, N. K. (2020). Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sibarani, R. (2020). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sulasman, & Gumilar, S. (2020). Teori-Teori Kebudayaan: Dari Teori hingga Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia.
Wulandari, R., & Setiawan, D. (2023). Nilai sosial budaya dalam folklor daerah sebagai sumber pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 44–58.
Yunus, R. (2019). Transformasi Nilai-Nilai Budaya Lokal dalam Kehidupan Masyarakat Modern. Makassar: Social Politic Genius.
Zubaedi. (2021). Pendidikan Berbasis Masyarakat: Upaya Menawarkan Solusi terhadap Berbagai Problem Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Refbacks
- There are currently no refbacks.