Pengembanganinstrumenreasoning skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan

Tutut Safitri

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan instrumen reasoning skills (kemampuan penalaran) siswa SMK materi konsep dasar gaya dan hukum newton. Reasoning skills adalah suatu proses berpikir secara bertahap tentang suatu informasiguna memahami lebih baik dan dapat menarik suatu kesimpulan yang logis. Model pengembangan yang dipakai dalam penelitian adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE (Analysis, Design, Development,Implementation, Evaluation). Pengujian instrumen menggunakan dua tahap yaitu tahapvalidasi expert dan validasi empiris. Validasi expert dilakukan oleh lima orang ahli dalam penalaran dan pendidikan yang terdiri dari satu dosen fisika dan empat guru fisika . Sedangkan validasi empiris melibatkan 26 orang siswa SMK. Berdasarkan hasil validasi instrumen reasoning skills dinyatakan valid. Reliabilitas instrumen tes sebesar 0,233 masuk kategori rendah. Taraf kesukaran tiga item soal termasuk sukar, satu item soal termasuk sedang dan mudah. Daya pembeda tiga item soal diperbaiki, satu item soal diterima dan ditolak. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengasah reasoningskills atau kemampuan penalaran siswa SMK.

Keywords


pengembangan instrumen,reasoning skills

Full Text:

PDF

References


Suryanto,D. (2013). Relevansi Softskills Yang Dibutuhkan Dunia Usaha/Industri Dengan Yang Dibelajarkan Di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal PendidikanSains Volume 1 Nomor 3, 228-236.

Chelsa, E. (2005). Reasoning Skills Success in 20 Minutes A Day. USA:LearningExpress,LLC.

International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA). (2012). TIMSS 2011 International Result in Science. Amsterdam: TIMSS & PIRLSInternational Study Center.

Esen, E., & Belgin, B.-I. (2017). PISA QUESTION AND REASONING SKILLS. ITMWeb of Conferences 13, 01002, 1-25.

Arifin, Z. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.

Suryani, A., Siahaan, P., & Samsudin, A. (2015). Pengembangan Instrumen Tes Untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Pada Materi Gerak. Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains 2015 (pp. 217-220). Bandung: ResearchGate.

Susanti, T. (2014). Asesmen Penalaran Inch. Jurnal Al-Talim Vol 21 No 1, 72-78.

Prosiding Seminar Nasional PendidikanFisika IV Juli 2018: 187–197

ISSN: 2557-8944 197

Mahendra, J. (2016, January 2). Grafis Paten. Retrieved July 2, 2018, from wordpress.com: https://grafispaten.wordpress.com/2016/01/02/model-pengembangan-media-pembelajaran-addie/

Lawshe, C. H. (1975). A Quantitative Approach To Content Validity. United Stage:PERSONNEL PSYCHOLOGY.

Zulaiha, R. (2008). Analisis Soal Secara Manual. Jakarta: PUSPENDIK.

Muljono, P. (2002). Penyusunan Dan Pengembangan Instrumen Penelitian. Handbook of Lokakarya Peningkatan Suasana Akademik Jurusan Ekonomi FIS-UNJ (pp. 1-27). Jakarta: FIS UNJ.

Winarti, Cari, Sunarno, W., & Istiyono, E. (2015). Analyzing Skills dan Reasoning Skills Siswa Madrasah Aliyah Di Kota Yogyakarta. Prosiding Seminar NasionalPendidikan Sains Universitas Sebelas Maret 2015 (pp. 210-217). Surakarta:FKIP UNS.

Nynoke, D., Festiyed, & Yohandri. (2015). analisis karakteristik kemampuan penalaran peserta didik pada pembelajaran fisika SMA sebagai tahap investigasi awal untuk pengembangan asesmen penalaran. Prosiding Seminar NasionalPembelajaran Fisika II (pp. 319-322). Padang: FMIPA UNP.

Rofiah, E., Aminah, N. S., & Ekawati, E. Y. (2013). Penyusunan Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika Pada Siswa SMP. Jurnal PendidikanFisika Vol 1 No 2, 17-22.

Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.