Pengembangan Instrumen Berpikir Kritis Berbasis Kearifan Lokal Pada Pembelajaran Fisika SMP

Nur kholifah

Abstract


Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan instrumen berpikir kritis berbasis kearifan lokal pada materi getaran, gelombang dan bunyi khusus untuk siswa SMP/MTs. Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir yang benar dalam mencari pengetahuan yang relevan, masuk akal, reflektif, bertanggung jawab, dan terampil fokus ketika memutuskan apa yang harus dipercaya untuk dilakukan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE (Analysis, Design,Development, Implementation, Evaluation). Pengujian instrumen dilakukan melalui duatahap yaitu validasi ahli dan empiris. Validasi ahli dilakukan oleh lima orang yang terdiri dari dua orang dosen ahli fisika dan tiga orang guru fisika. Sedangkan validasi empiris melibatkan delapan siswa SMP. Berdasarkan hasil implementasi pengembangan instrumen berpikir kritis sebanyak lima butir soal dinyatakan valid. Instrumen mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,209 berkategori rendah dengan daya pembeda tiga soal diperbaiki dan dua soal diterima. Sedangkan untuk tingkat kesukaran sejumlah tiga soal berkategori sedang dan dua soal berkategori sukar. Pengembangan instrumen berpikir kritis ini bisa digunakan untuk menyaring kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada soal yang mempunyai daya pembeda “diterima”.


Keywords


Pengembangan Instrumen, Berpikir Kritis, Kearifan Lokal

Full Text:

PDF

References


Paul, R., & Elder, L. (2007). Critical Thinking Competency Standards.

Nugroho, R. (2018). HOTS (Higher Order Thinking Skill). Jakarta: Grasindo.

OECD. (2016). © Oecd 2016.

Mullis, I. V. S., Martin, M. O., Foy, P., & Hooper, M. (2016). TIMSS 2015 International Resultsin Mathematics. TIMSS & PIRLS International Study Center at Boston College. IEA.

Siswono, E. (2013). Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif sebagai Fokus Pembelajaran

Matematika, 1–17. Retrieved from http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/230/Overview-of-the-PISA-2015-results-that-have-just-been-Released.html

Ardianti, S., & Ishafit. (2018). Pengembangan instrumen penilaian kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran fisika SMA. In Seminar Nasional Quantum#25 (Vol. 25, pp. 575–582).

Nadlir. (2014). URGENSI PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL. Jurnal Pendidikan AgamaIslam, 02(02), 300–330.

Arifin, Z. (2017). Mengembangkan Instrumen Pengukur Critical Thinking Skills Siswa pada Pembelajaran Matematika Abad 21. Jurnal THEOREMS (The Original Research ofMathematics), 1(2), 92–100.

Tegeh, I. M., Jampel, I. K., & Pudjawan, K. (2014). Model Penelitian Pengembangan.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mulyatiningsih, E. (2013). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung:Alfabeta.

Lawshe, C. H. (1975). A quantitative approach to content validity. Personnel Psychology,28(4), 563–575. https://doi.org/10.1111/J.1744-6570.1975.TB01393.X

Arikunto, S. (2013). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Rinandhi, A.,Sabariah, M. K., & Effendy, V. (2015). Model User Experience Aplikasi Pengenalan Belajar Membaca Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Menggunakan Metode Hierarchical Task Analysis. In e-Prceeding of Engineering (Vol. 2, pp. 1713–1719).

Zulaiha, R. (2008). Analisis Soal Secara Manual. Jakarta: PUSPENDIK.

Ennis, R. H. (1985). A Logical Basis for Measuring Critical Thinking Skills. EducationalLeadership, 43(2), 44–48. https://doi.org/10.3102/0034654310376953

Arthur, L., & Costa, A. L. (1985). Revised Edition , Volume 1 Edited by.

Maryani, E., & Yani, A. (2014). LOCAL WISDOM OF KAMPUNG NAGA IN MITIGATING DISASTER AND ITS POTENCIES FOR EDUCATION. ASEAN Journal on Hospitality andTourism, 14, 72–85.

Suharta, I. W., & Yulianti, N. K. D. (2010). SIGNIFIKANSI BAHASA INGGRIS DALAMPROSES BELAJAR-MENGAJAR GAMELAN GONG KEBYAR BAGI MAHASISWA ASING DALAM UPAYA ISI DENPASAR GO INTERNASIONAL Peneliti :


Refbacks

  • There are currently no refbacks.